Cara Membuat Video Facebook Ads Untuk Meningkatkan Penjualan Online

Apakah Anda ingin membuat video untuk campaign Facebook adverts? Jika ya, berarti langkah Anda sudah tepat. Mengapa demikian?

Axonn Research menemukan bahwa tujuh dari sepuluh responden melihat citra para brand menjadi lebih positif setelah menyaksikan video menarik buatan perusahaan. Sementara sebuah laporan dari Forrester mengatakan bahwa video berdurasi satu menit memiliki dampak yang sama dengan artikel berisi 1,8 juta kata.

Baca Juga :Sebelum Memasang Iklan Facebook : Setting Billing / Pembayaran Tanpa Kartu Kredit, Manage Treshold dan Sharing Ad Account

Oleh karena itu, video memiliki peran penting dalam dunia content marketing saat ini. Apalagi di Facebook ada lebih dari 4 juta video view setiap harinya. Selain lebih menarik dalam bentuk visible dan audio, video juga bisa memberikan kesan engagement antara model dengan buyer, karena bentuk video yang lebih interaktif.

Terlebih lagi, information dari comScore menyebutkan bahwa sixty four% konsumen lebih cenderung membeli produk setelah menonton video tentang mereka.

Jadi inilah saatnya bagi Anda, para pemilik online store untuk menambahkan konten yang tidak hanya berupa artikel, tetapi juga video.

Manfaatkan fitur Retargeting Facebook dengan Custom Audience
Facebook memberikan kemudahan bagi marketer untuk mengumpulkan viewers list dengan menggunakan video ads, sehingga Anda bisa melakukan retargeting.

Jika Anda belum tahu, inilah update yang dilakukan Google pada fitur Custom Audience.

* Saat ini Anda bisa membuat 6 “Video Engagement Custome Audiences” berdasarkan durasi waktu orang menonton video Anda.

* Anda bisa membuat “Lookalike Audiences’ berdasarkan interest dan conduct dari buyer yang sudah have interaction (like/remark/share). (Fitur ini sangat bagus untuk Anda yang ingin membangun buyer record)
* Anda tidak perlu lagi menggunakan goal iklan “Video Views” untuk membuat custom audiences untuk video. Anda bisa menggunakan goal lain, seperti Website Conversions, Click to Website, Brand Awareness, dll dan tetap membuat Custom Audiences berdasarkan viewers yang sudah interact.
* Facebook menghapus batasan di mana Anda harus punya setidaknya 1,000 video view per hari untuk membuat custom audiences.

Jadi.. Tunggu Apalagi?
Tidak semua pemilik bisnis mengerti cara membuat advertisements. Beberapa masalah yang sering ditemui adalah sebagai berikut:

– Kurangnya peralatan video
– Kurangnya ability membuat video
– Takut akan kamera
– Tidak memahami interface video adverts Facebook
– Tidak tahu apa yang harus disampaikan, berapa lama durasinya, dll
– Bingung

Apakah ada alasan yang sesuai dengan Anda?

Jika ya, jangan khawatir. Bukan hanya Anda yang merasakan hal tersebut, semua orang yang pertama kali membuat marketing campaign video ads juga sama seperti Anda.

Kabar baiknya adalah dengan teknologi saat ini, semua orang dapat membuat dan menjalankan campaign video walaupun tidak memiliki pengalaman dan keahlian teknis.

Tapi yang lebih penting dari kualitas video adalah kontennya itu sendiri. Anda bisa saja membuat video yang kualitasnya buruk, tapi jika kontennya berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh finish person, maka penjualan bisa terjadi.

Jika Anda takut menghasilkan video yang buruk, coba ubah mindset Anda. Orang-orang yang scroll newsfeed Facebook mereka mencari video natural, video seru yang dipost oleh teman atau saudara mereka. Bukan video komersil yang profesional.

three Tahap dalam Video Facebook Ads
1. 10 Detik Pertama
Video Facebook ads yang ditampilkan pada newsfeed (desktop dan cellular) akan terputar secara otomatis namun tanpa suara. Oleh karena itu, Anda perlu membuat viewer mengklik video participant agar suaranya muncul, atau Anda harus menyampaikan cerita yang sama secara visual.

Video yang baik adalah yang menyediakan dua hal tersebut (setidaknya di detik pertama).

Gunakan text overlay untuk menyoroti poin yang paling penting dalam video Anda, atau cantumkan name-to-motion. (Misalnya: “Klik di sini Untuk Mendengar Pesan Penting,” atau “Klik Tombol Pelajari untuk…..”).

Pada contoh di bawah, Anda bisa lihat cara penggunakaan textual content overlay untuk membuat orang melakukan action tertentu.

Kabar baiknya Anda tidak perlu masuk ke software program video modifying untuk menambahkan textual content overlay – cukup minta Facebook untuk “Automatically Add Captions” (ada di “Video Captions” di window ad), dan Facebook akan menambahkannya secara otomatis.

Anda hanya perlu mengecek ulang wording yang diberikan Facebook, agar tidak terlalu berlebihan atau sulit dipahami.

2. Inti Facebook Video : Edukasi, Demonstrasi, dan/atau Hiburan
Semakin Anda memberikan konten edukasi dan demonstrasi, semakin orang akan memercayai Anda dan tanpa disadari lanjut menyaksikan video untuk mengambil motion tertentu.

Dan semakin banyak value yang dibagikan, semakin banyak orang yang akan men-share video Anda.

Share akan memberi impression dan views free of charge untuk Anda, DAN memberi sinyal untuk Facebook bahwa video Anda interact dan meningkatkan person expertise, sehingga Anda mendapat reward dengan cost per engagement yang lebih murah – yang menghasilkan ROI lebih baik untuk Anda!

three. Call-To-Action (CTA)
Salah satu kunci kesuksesan dalam advertisements adalah membuat CTA yang pure dan tidak terlihat. Anda ingin membuat viewer merasa langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengklik CTA, membeli produk, mendaftar webinar, dll secara pure.

Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah menggunakan “Soft CTA” pada 25% pertama video dan “Strong CTA” di akhir video, di mana Anda mengatakan “klik tombol di layar atau link di submit.”

Memahami Jenis dan Goal Video Ads untuk Facebook

Dalam membuat video, pertama Anda harus menentukan dulu objective apa yang ingin dicapai. Goal itu sendiri terbagi menjadi awareness, retargeting, dan loyalty. Masing-masing objective akan menentukan pesan, konten, dan targeting yang berbeda.

Jika baru pertama menggunakan video untuk konten advertisements, Anda bisa memulai dengan bentuk video awareness. Kemudian dari viewers yang sudah engage dengan postingan video Anda bisa ditargetkan kembali menggunakan retargeting. Biasanya tujuan dari retargeting adalah untuk membuat potential customer menyelesaikan transaksi mereka. Audience yang tadinya hanya menanyakan ketersediaan produk atau menambahkan produk ke cart belanja, jadi menyelesaikan transaksinya hingga ke checkout web page.

Setelah Anda memiliki list customer, Anda bisa melakukan cross-selling atau menawarkan produk yang belum pernah dibeli oleh customer Anda dan biasanya berbeda kategori dengan produk yang pernah dibeli sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk males-scale bisnis Anda

1. Awareness
Video awareness bisa berupa video model story, demo produk testimonial/review buyer, atau Anda bisa memanfaatkan semua jenis video tersebut. Nantinya video tersebut akan dipublish secara berurutan mulai dari brand story sampai testimonial. Sehingga Anda memiliki alur video ketika membuat campaign video ads. Inilah urutan jenis video untuk mendapatkan awareness viewers dengan tepat:

– Video 1:Opening yang catchy. Jadi video pertama yang Anda publish adalah video opening berupa cerita atau berita terkait produk Anda, atau kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan produk.– Video 2: Cerita yang menarik, berhubungan dengan masalah yang diatasi dengan produk Anda.

– Video 3: Demo produk. Seperti cara penggunaan produk Anda, suggestions dalam merawat produk dan suggestions untuk mendapatkan hasil terbaik dari produk Anda.
– Video 4: Testimoni/Review Customer. Anda bisa menggunakan video yang berisi customer sedang membagikan pengalamannya selama menggunakan produk Anda, apa manfaat yang didapat dan bagaimana penilaian customer terhadap produk Anda. Video yang terakhir ini sangat penting untuk meyakinkan potential buyer dalam membuat keputusan pembelian.

2. Retargeting
Meskipun sudah ditampilkan dengan semua jenis video consciousness, pasti masih ada saja viewers yang tidak convert atau tidak melakukan pembelian. Biasanya hal ini terjadi karena viewers hanya memasukkan produk ke keranjang belanja tapi transaksinya tidak diselesaikan sampai ke checkout page. Untuk mendorong mereka menyelesaikan transaksi, Anda bisa memanfaatkan retargeting atau menargetkan kembali audience yang sudah ada dengan menawarkan diskon atau freebies.

3. Loyalty
Ketika Anda sudah memiliki buyer record dari video awareness dan retargeting, ini saatnya Anda menawarkan jenis produk lainnya yang berbeda kepada customer. Mengapa? Tujuannya untuk membuat customer loyal dengan brand Anda, jadi customer berbelanja dari Anda tidak hanya karena ingin mendapatkan manfaat dari produk tetapi juga karena mereka suka dengan brand Anda. Inilah beberapa pilihan dalam membuat video loyalty:

– Video cross-selling. Video yang menawarkan jenis produk lainnya yang belum pernah dibeli oleh buyer. Contoh, customer list A sebelumnya membeli produk lipstik, maka pada video loyalty ini Anda berikan video pembersih makeup (makeup cleanser).
– Video promo liburan. Biasanya ecommerce sering mengadakan promo liburan, entah Natal, Tahun Baru, Lebaran, atau perayaan seperti Valentine, Hari Pahlawan, dsb.
– Video konten brand.
– Video promo yang menarik. Di sini Anda dituntut untuk kreatif, membuat promo yang melibatkan customer sehingga kemungkinan besar mereka akan convert.
– Video testimonial buyer. Testimonial merupakan salah satu kunci penting dalam menumbuhkan rasa percaya potential customer terhadap produk Anda.

Setelah mengetahui jenis-jenis video yang dapat Anda buat, sekarang saatnya membuat video adverts!

5 Langkah Membuat Video Ads Facebook
Langkah 1: Buat Video Engagement
1. Video Singkat (zero:15-0:30 detik)
Videon ini berisi preview atau teaser akan apa yang didapat oleh consumer jika mereka mengklik advertisements Anda. Atau berikan informasi fakta seperti “tahukah Anda?”, dan minta consumer klik untuk mengetahui lebih lanjut.

Inilah elemen dalam membuat video ads yang singkat:

– Dapatkan perhatian person.
– Targetkan rasa keingintahuan atau penasaran user.
– Tunjukkan otoritas atau kredibilitas Anda tanpa terlihat seperti pamer.
– Berikan “aha moment”
– CTA yang natural. Video ads yang baik akan menuntun viewer ke CTA.

2. Iklan Tradisional (zero:30-2:00 menit)
Gaya iklan ini paling populer, meskipun tidak memberikan performa yang terbaik. Bukan berarti di sini Anda membuat video seperti iklan TV. Anda harus membuat ads yang terlihat menarik dan authentic, tapi tetap persuasif.

Penggabungan Edukasi + Entertainment (3-6 menit)

Video ini kaya akan konten yang mengedukasi, menginformasi, mungkin menghibur, dan mempersuasi.

Anda jangan terpatok dengan durasi 3-6 menit, video yang lebih panjang durasinya pun bisa berhasil. Goal Anda adalah membuat dampak yang besar pada orang di high 5% – bukan semua orang. Rata-rata, 4-5% viewer akan menonton one hundred% video Anda, entah itu berdurasi forty five detik atau 12 menit.

Saat Anda sudah punya video yang siap digunakan, saatnya memanfaatkan Facebook untuk menjangkau viewers yang tepat.

Langkah 2: Membuat Campaign Baru Menggunakan Objective Campaign yang Paling Optimal
Objective yang Anda pilih akan memegang peranan besar pada performa campaign Anda. Jika aim Anda untuk menghasilkan conversion, seperti registrasi webinar atau penjualan produk, maka Anda harus mulai menggunakan goal Website Conversions.

Jika Anda mencari cara yang cepat untuk mendapat viewers, gunakan “Boost Post” langsung dari Facebook Page Anda (tanpa perlu masuk ke Ads Manager atau Power Editor)

Salah satu alasan mengapa Anda harus “Boost Post” adalah Anda bisa mengetes berbagai macam video. Anda bisa membuat marketing campaign untuk beberapa video dengan finances yang minim, dan video yang mendapat engagement terbaik dan memiliki performa terbaik tinggal Anda lanjutkan untuk di-scale menggunakan goal Website Conversions, atau objective lainnya yang ingin Anda gunakan.

Langkah three: Buatlah Ad Set Pertama Berdasarkan Target Audience Anda
Untuk memulai campaign sebaiknya Anda menggunakan “warm” viewers. “Warm” audience adalah orang-orang yang tahu model Anda.

Misalnya Anda bisa membuat marketing campaign yang menargetkan customer website Anda, atau menargetkan semua subscriber/orang yang memasukkan email di type choose-in.

Langkah four: Buat Ad Copy yang Menarik
Inilah dua jenis ad copy rekomendasi yang dapat digunakan untuk video adverts.

Copy yang Singkat
Singkat di sini maksudnya user tidak perlu mengklik “See More” untuk membaca semua konten di submit Anda.

Copy yang singkat merupakan tipe copy yang paling populer di Facebook. Goalnya agar viewer menonton video dan/atau mengklik CTA. Pada iklan di bawah, kalimat pertamanya fokus untuk membuat Anda menonton videonya.

Kalimat keduanya bertujuan untuk membuat Anda mengklik CTA dan membeli produknya (pembuka kaleng).

Copy yang Panjang
Di sini Anda perlu mengklik “See More” untuk membaca seluruh postingan. Biasanya framework yang digunakan juga sama, paragraf pertama fokus pada video lalu kedua baru CTA.

Screenshot ini diambil pada 10 detik pertama dari video berdurasi 6 menit, sebelum mengklik “See More”.

Langkah 5: Monitor Report, Sesuaikan Campaign, & Optimasi Ads
Jika video adverts Anda sudah berjalan, mulai monitor bagaimana performanya.

Gunakan “Customize Columns” di menu dropdown Ads Manager untuk memfilter metriks mana yang ingin Anda monitor.

Gunakan fitur “Search” dalam web page Customize Columns untuk memilih metriks mana yang ingin dianalisa.

Perhatikan pilihan “x” di bagian kanan.

Di sana Anda bisa menghilangkan metrics yang tidak dibutuhkan dalam report Anda.

Beberapa metriks yang penting untuk video adverts adalah:

– Cost per conversion (lead, registration, purchase, dll.)
– Cost per video view (10 detik dan 3 detik.)
– Durasi video dilihat (Ini penting terutama jika Anda melakukan tes beberapa intro atau ad copy yang berbeda dengan video yang sama.)

Selanjutnya Anda bisa menganalisa knowledge “Breakdown” – terutama “Placement and Device”. Di sini Anda bisa membandingkan information di desktop vs cellular, newsfeed vs right column, dll.

Itulah proses 5 langkah untuk membuat video adverts Facebook yang carry out. Selamat mencoba!

Baca Juga

Data Facebook Tentang Sharing Konten Ini Menunjukkan Pentingnya Video Untuk Bisnis Online Anda

Belajar Membuat Iklan di Facebook : Mengenal Struktur Campaign di Facebook